MAGELANG – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Tapak Suci Putera Muhammadiyah (TSPM) Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) menyelenggarakan Pendidikan Dasar (Diksar) TSPM Periode 2026–2027 pada 16–18 Oktober 2026 di Prampelan, Kaliangkrik, Kabupaten Magelang. Kegiatan ini diikuti oleh 16 mahasiswa dengan mengusung tema “Membentuk Kader dari Langkah Menjadi Gerakan, dari Latihan Menjadi Pengabdian.”

Diksar ini menjadi langkah awal bagi mahasiswa untuk mengenal lebih dekat nilai-nilai, identitas, serta prinsip perjuangan Tapak Suci sebagai perguruan seni bela diri yang berlandaskan nilai-nilai Islam dan semangat persyarikatan Muhammadiyah. Selain membekali peserta dengan dasar-dasar pencak silat, kegiatan ini juga diarahkan untuk menumbuhkan kedisiplinan, tanggung jawab, karakter, serta semangat pengabdian.

Ketua Umum UKM TSPM UNIMMA, Sauqi Azmi Kholid, menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh peserta yang mengikuti Diksar TSPM Periode 2026–2027. Ia menegaskan bahwa pendidikan dasar bukan sekadar tahapan awal untuk menjadi seorang pesilat, tetapi juga menjadi proses pembentukan pribadi yang lebih baik.

“Selamat datang kepada teman-teman peserta Diksar TSPM. Kegiatan ini bukan hanya menjadi langkah awal untuk menjadi seorang pesilat, tetapi juga menjadi proses untuk membentuk diri menjadi pribadi yang disiplin, berkarakter, dan lebih baik. Harapannya, nilai-nilai yang diperoleh selama kegiatan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan kampus maupun masyarakat,” ungkapnya.

Dukungan terhadap kegiatan ini juga disampaikan oleh perwakilan Lembaga Pengembangan Mahasiswa (LPMA) UNIMMA, Arief Kusuma Wardani, S.Si., M.Farm. Ia menyampaikan bahwa UKM TSPM merupakan salah satu unit kegiatan mahasiswa yang berkontribusi aktif dalam pengembangan potensi dan prestasi mahasiswa.

Ia berpesan agar seluruh anggota TSPM terus menjaga semangat berorganisasi, berlatih, dan berprestasi sehingga keberadaan UKM TSPM semakin berkembang dan memberikan kontribusi nyata bagi universitas.

“Tapak Suci merupakan salah satu UKM yang berkontribusi aktif dalam pengembangan mahasiswa. Teruslah bersemangat dan jangan sampai semangat itu pudar. Jadikan UKM TSPM semakin maju, produktif, dan mampu melahirkan prestasi. Kami selalu mendukung kegiatan kompetisi yang diikuti mahasiswa, termasuk upaya mengibarkan bendera UNIMMA di tingkat nasional maupun internasional,” pesannya.

Selain mendorong peningkatan prestasi, LPMA juga mengingatkan pentingnya pelaksanaan program kerja wajib organisasi sebagai bagian dari penguatan tata kelola kegiatan kemahasiswaan. Dengan demikian, kegiatan UKM tidak hanya berorientasi pada pencapaian prestasi, tetapi juga pada pembentukan karakter, pengembangan kapasitas, dan keberlanjutan organisasi.

Pembukaan Diksar TSPM Periode 2026–2027 ditandai secara simbolis dengan penancapan kasegu, senjata khas Tapak Suci yang menjadi bagian dari identitas perguruan. Prosesi ini menjadi penanda dimulainya rangkaian pendidikan dasar sekaligus simbol komitmen peserta untuk mengikuti setiap tahapan kegiatan dengan sungguh-sungguh.

Melalui kegiatan ini, UKM TSPM UNIMMA berharap dapat melahirkan kader-kader yang tidak hanya memiliki kemampuan dasar pencak silat, tetapi juga menjunjung tinggi nilai-nilai keislaman, kedisiplinan, sportivitas, tanggung jawab, dan pengabdian. Semangat tersebut sejalan dengan komitmen UNIMMA dalam mengembangkan mahasiswa yang berprestasi, berkarakter, dan mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.

Diksar TSPM Periode 2026–2027 diharapkan menjadi fondasi bagi para peserta untuk melangkah lebih jauh, dari proses latihan menuju prestasi, serta dari pembentukan diri menuju pengabdian nyata bagi agama, persyarikatan, bangsa, dan almamater.