Magelang — Perjalanan akademik tidak selalu berhenti pada sebuah gelar atau penghargaan. Bagi Dina Hera Herlina, alumni Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA), pengalaman panjang selama menjadi mahasiswa justru menjadi bekal untuk membuka langkah baru menuju jenjang pendidikan dan profesi yang lebih tinggi.
Kabar membanggakan datang setelah Dina Hera Herlina berhasil lolos seleksi Program Studi Profesi Apoteker Universitas Padjadjaran (Unpad). Capaian ini menjadi bagian dari perjalanan panjang yang sebelumnya ditempa melalui dunia riset, Program Kreativitas Mahasiswa (PKM), organisasi, hingga berbagai kompetisi akademik.
Menariknya, perjalanan Dina di dunia PKM tidak hanya berlangsung sekali. Ia berhasil memperoleh pendanaan hibah Program Kreativitas Mahasiswa Riset Sosial Humaniora (PKM-RSH) selama dua tahun berturut-turut, yakni pada 2024 dan 2025.
Bagi Dina, pengalaman tersebut menjadi salah satu fondasi penting dalam perjalanan akademiknya.
“Lolos dalam pendanaan hibah Program Kreativitas Mahasiswa Riset Sosial Humaniora (PKM-RSH) selama dua tahun berturut-turut (2024 dan 2025) merupakan salah satu pencapaian fundamental yang membingkai perjalanan akademik saya.”
PKM Membentuk Cara Berpikir, Bukan Sekadar Mengejar Prestasi
Selama terlibat dalam PKM-RSH, Dina tidak hanya belajar menghasilkan sebuah proposal. Ia terlibat dalam seluruh proses penelitian, mulai dari merumuskan gagasan, menyusun metodologi, melaksanakan penelitian, hingga mengelola proses dan hasil penelitian.
Pengalaman tersebut secara perlahan membentuk kemampuan berpikir kritis, literasi ilmiah, sekaligus kemampuan bekerja dalam tim.
“Keterlibatan mendalam dalam seluruh siklus riset mulai dari konseptualisasi gagasan, penyusunan metodologi yang rigorus, hingga tata kelola eksekusi penelitian secara signifikan mengasah kapasitas berpikir kritis, literasi ilmiah, serta dinamika kolaborasi interdisipliner di dalam tim.”
Dina juga menyampaikan bahwa pencapaiannya tidak terlepas dari dukungan dosen pembimbing dan rekan-rekan satu tim yang bersama-sama menjalani proses penelitian.
“Pencapaian ini tentu tidak lepas dari arahan strategis dosen pembimbing serta komitmen kolektif rekan-rekan tim PKM.”
Kerja keras dan pengalaman tersebut kemudian melahirkan capaian lain. Dina berhasil meraih Juara 3 Lomba Penilaian Kemajuan Pelaksanaan PKM (PKP2) PTMA serta Juara 2 Lomba Poster PIMTANAS.
Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa proses yang dijalani dalam PKM dapat memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan sekaligus menguji gagasan secara nyata.
Dari Riset Sosial Humaniora Menuju Profesi Apoteker
Perjalanan Dina kemudian berlanjut ke bidang profesi kefarmasian. Pengalaman riset sosial-humaniora yang selama ini dijalaninya menjadi fondasi untuk memperluas perspektif sebelum mendalami keilmuan kefarmasian di Universitas Padjadjaran.
“Lebih dari sekadar rekam jejak prestasi formal, seluruh rangkaian pengalaman analitis dan rekam jejak akademis tersebut membangun fondasi substantif yang mengantarkan saya untuk melanjutkan studi pada Program Studi Profesi Apoteker Universitas Padjadjaran (Unpad).”
Dina ingin mengintegrasikan pengalaman riset yang telah dimilikinya dengan ilmu kefarmasian yang akan dipelajari.
“Melalui integrasi antara pemahaman dinamika sosial-humaniora dan kepakaran kefarmasian yang akan diperdalam, saya berkomitmen untuk mentransformasikan riset-riset berbasis bukti (evidence-based research) menjadi intervensi kefarmasian yang aplikatif, responsif terhadap kebutuhan komunitas, serta memberikan dampak terukur bagi peningkatan kualitas kesehatan masyarakat.”
Semangat tersebut menunjukkan bahwa bagi Dina, perjalanan akademik bukan sekadar tentang melanjutkan studi, tetapi bagaimana ilmu yang diperoleh dapat diterjemahkan menjadi kontribusi nyata bagi masyarakat.
Operator PKM UNIMMA menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada Dina Hera Herlina atas keberhasilannya lolos seleksi Program Studi Profesi Apoteker Universitas Padjadjaran.
“Selamat kepada Dina Hera Herlina atas capaian yang membanggakan ini. Perjalanan dari PKM, riset, kompetisi, hingga akhirnya lolos ke Program Studi Profesi Apoteker Unpad menunjukkan bahwa pengalaman selama menjadi mahasiswa dapat menjadi bekal yang sangat berarti untuk melangkah ke jenjang berikutnya.”
“Semoga sukses di perjalanan barunya, terus belajar, terus berkarya, dan semoga ilmu yang diperoleh nantinya dapat memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat.”
Bagi Operator PKM UNIMMA, kisah Dina juga menjadi pengingat bahwa sebuah proses tidak selalu harus langsung menghasilkan pencapaian besar. Setiap pengalaman yang diperoleh mahasiswa dapat menjadi bagian dari bekal perjalanan mereka di masa depan.
Untuk Tim PKM UNIMMA: Jangan Takut Bermimpi Lebih Besar!
Kisah Dina juga menjadi pesan penyemangat bagi mahasiswa dan seluruh Tim PKM UNIMMA yang sedang menjalani proses.
“Untuk seluruh tim PKM UNIMMA, jangan pernah menganggap proses yang sedang dijalani sebagai sesuatu yang sia-sia. Setiap proposal yang disusun, setiap revisi, setiap penelitian, setiap presentasi, bahkan setiap tantangan adalah bagian dari proses untuk tumbuh.”
“Terus berproses, jaga semangat, dan manfaatkan PKM sebagai ruang untuk mengembangkan diri dan menghasilkan karya terbaik.”
Menurut Operator PKM UNIMMA, pencapaian tidak selalu harus datang dalam bentuk juara. Pengalaman yang dibangun selama mengikuti PKM dapat menjadi bekal untuk berbagai kesempatan di masa depan.
“Kalau hari ini belum menjadi juara, bukan berarti perjuangan berhenti. Bisa jadi, pengalaman hari ini sedang mempersiapkan kalian untuk pencapaian yang jauh lebih besar di masa depan. Terus berjuang, terus berkarya, dan jangan berhenti bermimpi.”
Dari PKM, Melangkah Lebih Jauh
Kisah Dina Hera Herlina menjadi gambaran bahwa PKM bukan sekadar kompetisi dan penghargaan. Di dalamnya terdapat proses belajar, penelitian, kolaborasi, pemecahan masalah, keberanian menyampaikan gagasan, dan pengalaman yang dapat membentuk kesiapan mahasiswa menghadapi perjalanan berikutnya.
Dari PKM UNIMMA, Dina telah melewati berbagai proses. Dari pendanaan PKM-RSH dua tahun berturut-turut, prestasi PKP2 PTMA dan PIMTANAS, hingga kini melangkah ke Program Studi Profesi Apoteker Universitas Padjadjaran.
Perjalanan tersebut menjadi bukti bahwa pengalaman yang dibangun hari ini dapat menjadi pijakan untuk membuka pintu kesempatan di masa depan.