Magelang — Kabar membanggakan kembali datang dari alumni Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA). Muhammadi Iqbal Fanani, alumni UNIMMA yang aktif dalam berbagai kegiatan kemahasiswaan dan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM), berhasil lolos Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Calon Guru 2026.
Keberhasilan tersebut menjadi cerita inspiratif bahwa perjalanan mahasiswa tidak hanya dibentuk melalui pembelajaran di ruang kelas, tetapi juga melalui pengalaman organisasi, pengabdian kepada masyarakat, kompetisi, hingga praktik kependidikan.
Bagi Iqbal, kelolosannya dalam PPG bukan sekadar sebuah pencapaian, melainkan menjadi bagian penting dari perjalanan untuk mempersiapkan diri sebagai seorang guru.
“Bagi saya, lolos PPG bukan sekadar pencapaian, tetapi menjadi langkah penting untuk melanjutkan proses belajar dan mempersiapkan diri menjadi guru yang profesional.”
Tiga Bulan Melewati Berbagai Tahapan Seleksi
Perjalanan Iqbal menuju PPG Calon Guru 2026 tidak berlangsung singkat. Ia harus melewati beberapa tahapan seleksi yang berlangsung kurang lebih selama tiga bulan, mulai dari seleksi administrasi, seleksi substantif bidang studi Bimbingan dan Konseling, hingga wawancara personal dan wawancara mengenai motivasi menjadi guru.
Pengalaman selama menempuh pendidikan di UNIMMA menjadi salah satu bekal penting dalam menghadapi berbagai tahapan tersebut.
Selama menjadi mahasiswa, Iqbal tidak hanya berfokus pada kegiatan akademik. Ia aktif mengembangkan pengalaman melalui berbagai aktivitas kemahasiswaan. Ia dipercaya menjadi Ketua Forum Mahasiswa Beasiswa Universitas Muhammadiyah Magelang (FMB UNIMMA), terlibat dalam Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) skema pengabdian masyarakat, mengikuti berbagai perlombaan hingga meraih prestasi, serta mengikuti program asistensi mengajar.
“Berbagai pengalaman tersebut menjadi ruang bagi saya untuk belajar berkomunikasi, memimpin, bekerja sama, menyelesaikan masalah, sekaligus memahami bagaimana menjadi seorang pendidik yang mampu memberikan dampak bagi peserta didik dan lingkungan sekitar,” ungkap Iqbal.
PKM dan Organisasi Menjadi Ruang Belajar
Bagi Iqbal, pengalaman mengikuti PKM tidak berhenti pada pencapaian program. Proses tersebut justru memberikan pengalaman dalam memahami persoalan di masyarakat, menyusun solusi, bekerja dalam tim, dan menjalankan program secara nyata.
Begitu pula pengalaman berorganisasi dan asistensi mengajar yang membentuk kemampuan komunikasi, kepemimpinan, kolaborasi, serta pemahaman terhadap dunia pendidikan.
Pengalaman tersebut kemudian menjadi bekal ketika ia harus menjelaskan motivasi, kesiapan, serta pengalaman yang dimiliki dalam proses seleksi PPG.
Pesan untuk Mahasiswa: Persiapkan Diri Sejak Sekarang
Iqbal memberikan pesan bagi mahasiswa yang memiliki cita-cita mengikuti seleksi PPG agar tidak menunggu sampai pendaftaran dibuka untuk mulai mempersiapkan diri.
“Jangan hanya mempersiapkan diri ketika pendaftaran dibuka. Persiapkan diri sejak masih menjadi mahasiswa. Perkuat pemahaman bidang studi, tetapi juga bangun pengalaman organisasi, pengabdian kepada masyarakat, kegiatan pendidikan, dan pengalaman mengajar.”
Menurutnya, pengalaman tersebut tidak hanya memperkaya portofolio, tetapi juga membantu mahasiswa ketika harus menghadapi proses wawancara dan menjelaskan motivasi serta kesiapan menjadi guru.
Ia juga mengingatkan pentingnya memahami kembali bidang keilmuan yang dipelajari selama kuliah.
“Untuk tahapan substantif, jangan hanya mengandalkan hafalan, tetapi pahami konsep dan bagaimana penerapannya dalam konteks pendidikan karena soal-soal bidang studi merupakan studi kasus dan penerapan teori di lapangan.”
Sementara untuk tahap wawancara, Iqbal berpesan agar peserta menjadi diri sendiri, menyampaikan pengalaman secara jujur, serta mampu menunjukkan alasan yang kuat mengapa ingin menjadi seorang guru.
Perjalanan Menjadi Guru Dimulai Sejak Menjadi Mahasiswa
Keberhasilan Muhammadi Iqbal Fanani menjadi alumni UNIMMA yang lolos PPG Calon Guru 2026 menjadi pengingat bahwa setiap pengalaman selama menjadi mahasiswa dapat menjadi bagian dari perjalanan menuju masa depan.
Baginya, menjadi guru bukan hanya tentang profesi, tetapi tentang proses panjang untuk terus belajar dan memberikan kebermanfaatan.
“Saya percaya bahwa perjalanan menjadi guru tidak dimulai setelah dinyatakan lolos PPG, tetapi sudah dimulai sejak kita memilih untuk terus belajar, mengambil kesempatan, dan memberikan kebermanfaatan selama menjadi mahasiswa.”
Capaian ini sekaligus menjadi motivasi bagi mahasiswa UNIMMA untuk terus berani mengambil kesempatan, aktif berkarya, mengembangkan kompetensi, dan membangun pengalaman selama masa perkuliahan.
Selamat kepada Muhammadi Iqbal Fanani.
Semoga langkah menuju PPG Calon Guru 2026 menjadi awal dari perjalanan panjang untuk menjadi pendidik yang profesional, inspiratif, dan memberikan dampak bagi generasi masa depan.