Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) melalui Lembaga Pengembangan Mahasiswa (LPMa) UNIMMA menyelenggarakan kegiatan Pembinaan Anti Intoleransi, Anti Perundungan, dan Anti Korupsi sebagai upaya membangun karakter mahasiswa yang berintegritas, berakhlak mulia, serta mampu menjadi agen perubahan di lingkungan kampus maupun masyarakat. Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen UNIMMA dalam menciptakan lingkungan akademik yang aman, inklusif, dan bebas dari segala bentuk diskriminasi serta perilaku menyimpang.

Kegiatan diawali dengan sambutan dari Wakil Rektor IV Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama yang menegaskan bahwa mahasiswa tidak hanya dituntut memiliki prestasi akademik, tetapi juga karakter yang kuat sebagai bekal menghadapi tantangan masa depan.

Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa kampus memiliki tanggung jawab untuk menciptakan ekosistem yang menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan, kejujuran, toleransi, serta saling menghormati antarsesama.

“Mahasiswa merupakan calon pemimpin masa depan. Oleh karena itu, selain unggul dalam akademik, mahasiswa juga harus memiliki integritas, menjunjung tinggi nilai toleransi, menolak segala bentuk perundungan, serta berani mengatakan tidak terhadap praktik korupsi. Nilai-nilai inilah yang akan menjadi fondasi dalam membangun bangsa yang berkemajuan.”

Materi utama disampaikan secara langsung oleh Hijrah Eko Putro, M.Pd., Ketua Lembaga Pengembangan Mahasiswa (LPMa) UNIMMA. Dalam paparannya, beliau mengajak seluruh mahasiswa untuk menjadikan nilai-nilai anti intoleransi, anti perundungan, dan anti korupsi sebagai budaya yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan kampus maupun di tengah masyarakat. Penguatan karakter tersebut juga menjadi bagian penting dalam pembinaan kemahasiswaan yang terus dikembangkan di UNIMMA.

Hijrah Eko Putro, M.Pd. menegaskan bahwa keberhasilan seorang mahasiswa tidak hanya diukur dari indeks prestasi atau banyaknya penghargaan yang diraih, tetapi juga dari sikap, etika, dan integritas yang dimiliki.

“Prestasi akan menjadi lebih bermakna apabila dibangun di atas karakter yang kuat. Mahasiswa harus menjadi pribadi yang mampu menghargai perbedaan, menciptakan lingkungan yang bebas dari perundungan, serta menjunjung tinggi nilai kejujuran dalam setiap aktivitas akademik maupun organisasi. Karakter inilah yang akan membentuk lulusan UNIMMA menjadi insan yang unggul, Islami, dan berdaya saing.”

Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa mengikuti pembinaan dengan antusias melalui sesi penyampaian materi, diskusi interaktif, serta refleksi bersama mengenai berbagai bentuk intoleransi, perundungan, dan korupsi yang dapat terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Peserta juga diajak untuk memahami peran mahasiswa sebagai pelopor budaya saling menghormati, menjunjung nilai keberagaman, dan menjaga integritas dalam setiap tindakan.

Melalui kegiatan ini, UNIMMA berharap seluruh mahasiswa semakin memiliki kesadaran untuk membangun lingkungan kampus yang inklusif, aman, nyaman, dan bebas dari segala bentuk kekerasan maupun praktik yang bertentangan dengan nilai-nilai kejujuran. Pembinaan ini sekaligus memperkuat komitmen universitas dalam mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kepemimpinan, moralitas, dan integritas yang menjadi bekal dalam mengabdi kepada masyarakat dan bangsa.

📸 Dokumentasi Kegiatan

Momen pelaksanaan Pembinaan Anti Intoleransi, Anti Perundungan, dan Anti Korupsi.